Membangkitkan Gairah Wanita


Pria adalah makhluk yang bisa mengungkap perasaan dan bersikap romantis sebelum menginjak ke hubungan seksual padahal, kadang-kadang, perasaan dan sikap itu bukanlah yang sebenarnya, hanya berpura-pura atau agak berbohong. Beda dengan wanita yang cenderung menyembunyikan perasaan, hasrat maupun pikirannya, apalagi yang berkaitan dengan seks.

Inilah delapan cara yang bisa menjadi media untuk menyatukan dan mempertemukan hasrat, sehingga tumbuh proses yang membuat hubungan seks menjadi kebutuhan bersama. Proses yang membuat api gairah menjadi hidup dan membakar, sehingga meningkat kualitas hubungan suami istri itu secara maksimal.

1. Keterbukaan
Kebanyakan pasangan merasa sungkan membicarakan hasrat, keinginan dan pikirannya tentang seks. Bisa jadi, karena tidak adanya keterbukaan di antara mereka sehingga berakibat diliputi rasa cemas atau bahkan takut, kalu bicara aneh-aneh disangka kehidupan mereka pun aneh. Padahal, itu bukan suatu hal yang aneh. Dengan adanya keterbukaan, makin kecil kendala psikologis yang bisa menghambat hubungan itu sendiri. Bahkan dengan kata-kata 'nakal' pun ternyata bisa membuat pasangan wanita Anda terlepas dari tertekan dari rasamalu. Sebagai ganti, dia akan berlaku hangat.

2. Membangun suasana.
Suasana adalah faktor yang memberi pengaruh dalam optimalisasi kualitas hubungan suami isteri. Suasana romantis pada umumnya diperlukan untuk membuat proses menuju kondisi yang disebut pra hubungan seksual. Karenanya, jangan langsung terburu berpikir hubungan intim. Bujukan, rayuan, elusan dan kata-kata lembut (meskipun gombal) sangat penting bagi wanita, karena dengan begitu ia merasa sangat diperhatikan, dimanjakan, dibutuhkan, sehingga tumbuh rasa aman, percaya dan cinta. Dengan demikian ia tidak malu-malu untuk menyalakan gairahnya.

3. Cerita cinta
Menceritakan percintaan kemesraan teman, variasi teknik yang dilakukan orang lain, ini sebenarnya merupakan romantisme yang dapat menyentuh emosi. Dengan bercerita, merupakan foreplay atau permulaan hubungan seksual. Foreplay ini dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu yang halus dengan secara batin dan yang lebih kasar yang adalah dengan secara jasmani. Tapi yang pasti, cerita cinta ini adalah langkah awal untuk memutus dan menghilangkan hambatan psikologis di samping diam-diam merangsang titik gairahnya.

4. Ajak Befantasi
Foreplay dengan system seperti ini jelas sangat berpengaruh dan sangat baik untuk memperbaiki kehidupan seksual seseorang. Variasi seks adalah membangun suatu imajinasi yang belum pernah dilakukan atau tidak mungkin karena adanya berbagai sebab. Dengan fantasi itu, terputuslah segala hambatan dan ketidakmungkinan.

Fantasi bisa diwujudkan dan bisa tidak. Ketika fantasi ini dilaksanakan, itulah yang disebut variasi seks. Yang jelas, seks akan bisa membantu membangkitkan gairah.

5. Nonton film
Meskipun sebagian besar dari film-film biru itu terlampau vulgar dan mengada-ada, tetapi terkadang bisa jadi bahan acuan untuk memecah kebuntuan atau membuka pintu keinginan untuk suatu proses kontak seksual. Memang tidak semua wanita bersedia melakukannya karena boleh jadi adanya persepsi umum bahwa film-film itu adalah menghilangkan akal budi dan martabat. Tapi kembali pada motivasinya. Apakah sekedar pembuka hidangan, sekapur sirih atau penyalaan titik gairah.

Soalnya, bisa jadi, dengan melihat bersama-sama teknik-teknik bantuan lewat audio visual, imajinasi wanita berjalan.

6. Godaan Nakal
Foreplay berbentuk ucapan kata-kata romantis namun menjurus nakal ini dapat dijadikan sebagai pembakar gairah. Ini adalah salah satu bentuk bercumbu yang tidak berhubungan langsung dengan seksual. Jadi hanya batas berkasih mesra tanpa meraba atau tanpa sentuhan fisik.

Perangsangan di dalam diri wanita sebenarnya tumbuh tergantung otaknya. Jadi, proses pembakaran gairah wanita bisa terjadi dari hasil penggabungan antara pikirannyadan juga tindakan. Maka, bisikan dan lontaran kata-kata 'nakal' sangat bisa jadi turut mendukung terbakarnya gairah seksual wanita.

7. Menyentuh dan Memijat
Tindakan yang mengundang gairah bisa dilakukan secara verbal, maupun dengan sentuhan atau perabaan. Bagi wanita, sentuhan merupakan rangsangan yang berarti. Membelai lembut rambut, wajah, bibir dan lokasi sensitif adalah cara verbal yang jitu, tapi harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab, tidak semua wanita menyukai hal ini pada mulanya. Tapi pada dasarnya, bila titik peka tubuh wanita tersentuh dapat menimbulkan sensasi yang besar.

Dalam bentuk lain, sentuhan ini dapat berupa pijat-pijatan. Pijatan itu bisa mempengaruhi titik-titik saraf organ yang berperan dalam optimalisasi hubungan intim. Namun begitu, harus dipahami, sentuhan berupa pijat-pijatan tak selalu berakhir dengan kontak seksual. Tapi pijatan bisa memberikan rasa aman yang besar, bahkan juga impresi kemanjaan dan kasih sayang.

8. Mandi Bersama
Berada di bawah kucuran shower d isusul mandi busa bersama, juga merupakan sebagai dari variasi yang mampu membakar gairah wanita. Cara ini memang untuk pasangan yang sudah lebih terbuka dalam berpikir tentang seks. Sembari bermesraan, Anda bisa membicarakan variasi-variasi, dan menciptakan romantisme yang menjadikan Anda berdua seperti tokoh dalam roman atau pemeran utama dalam film cinta.

dari berbagai sumber

 

Keluarga Yang Bahagia

Bagaimana membangun keluarga yang bahagia merupakan pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang. Seringkali banyak orang berpikir bahwa keluarga yang bahagia dilihat dari kemapanan finasial. Jika seseorang sudah memiliki kekayaan, maka keluarga itu bahagia. Itu tidak menjamin. Ada banyak orang yang hidupnya mapan, berkelimpahan, tetapi pernikahannya tidak bahagia. Bahkan anak-anaknya semuanya bermasalah.
Ada banyak penyebab ketidak harmonisan dalam keluarga, diantaranya adalah:

1. Konflik yang berkepanjangan.
Seringkali orang datang konseling ke Hamba Tuhan, sudah dalam keadaan yang sangat “kritis”. Mungkin sudah mulai mengepak barang, atau besok sudah dilakukan sidang perceraian, dan sebagainya. Hal ini sama seperti yang dialami oleh murid Yesus, yang mengalami badai, baru datang mencari Yesus.

2. Komunikasi yang terhambat.
Komunikasi diibaratkan seperti saluran air di rumah kita. Ini harus mengalir dengan lancar. Bila di situ ada yang buang sampah, maka yang terjadi adalah air mulai tergenang, mulai datang nyamuk, lalat, dan dapat menyebabkan banjir, dengan segala kotorannya masuk ke dalam rumah. Selesai banjir datang penyakit. Sama dengan apa yang terjadi dalam keluarga atau rumah tangga kalau ada satu yang buang sampah sembarangan, yaitu memperkatakan kata-kata negatif terhadap pasangannya, atau terhadap anak-anak. Dan diam-diam mulai menyimpan dendam satu sama lain, maka komunikasi mulai terhambat. Dan akibatnya keluarga menjadi tidak harmonis.

3. Adanya luka batin / trauma.
Banyak anak yang trauma ketika melihat dan mendengar orang tua yang bertengkar dengan hebat. Orang tua seringkali memarahi anak-anaknya dengan memperkatakan kata-kata yang negatif. Orang tua banyak melampiaskan kejengkelannya dengan hukuman-hukuman fisik yang melampaui batas.

4. Berkurangnya saling percaya dalam anggota keluarga.
Bisa orang tua yang hanya janji-jani dan tidak pernah ditepati, bisa berbicara mengenai pengkhianatan antara suami isteri, punya perselingkuhan di mana-mana, sehingga isteri tidak bisa percaya kepada suami. Setiap kali suami pergi, isteri selalu curiga dan mengeluarkan kata-kata ancaman kepada suami.

5. Kurang waktu bersama-sama.
Bagaimana bisa harmonis kalau tidak pernah bersama-sama. Persatuan tanpa waktu bersama itu omong kosong. Keharmonisan tanpa waktu bersama-sama itu tidak mungkin. Apalagi sekarang banyak saluran televisi, muncul video dan sebagainya, sehinga waktu banyak tersita untuk menonton dan mencari kesenangan sendiri-sendiri. Tanpa disadari keluarga terpecah-pecah karena masing-masing tenggelam ke dunianya masing-masing.

Banyak lagi penyebab-penyebab yag lain kenapa keluarga harmonis sulit sekali untuk dibentuk. Lalu bagaimana prinsipnya untuk membangun keluarga yang bahagia dan harmonis, apakah betul hal itu merupakan suatu hal yang mustahil untuk didapatkan. Kita lihat dalan Filipi 2:1-4, “1Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Firman Tuhan mengatakan berbahagialah orang yang merenugkan Firman Tuhan dan melakukannya dengna setia dalam kehidupannya.

Ada 4 prinsip bagaimana kita bisa membangun satu keluarga yang bahagia, yaitu:

1. Dibangun di dalam Kristus.

Dikatakan di ayat 1, “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan..” Kelima hal itu akan kita dapati jika kita berada di dalam Kristus.

Apa artinya dibangun di dalam Kristus? Banyak sekali orang-orang di sekeliling kita sudah merasa cukup puas ketika mereka berhasil menggunakan “asesoris” Kristen, misalnya kalung, gelang salib, stiker di mobil yang menunjukkan bahwa dia orang Kristen dan masih banyak hal lain lagi, tetapi apakah itu maksudnya? Apakah cukup sampai di situ. Suatu kali ada seorang hamba Tuhan yang sedang memperkenalkan Yesus kepada sahabatnya yang belum percaya dalam perjalanan mereka dengan mengendarai mobil. Hamba Tuhan ini begitu bersemangat menceritakan tentang Yesus kepada sahabatnya, tetapi tiba-tiba ada sebuah mobil yang memotong jalan mobil mereka dengan kecepatan tinggi dan lalu berhenti, sehingga terlihat stiker di belakang mobil itu yang bertuliskan “Smile – Jesus love you”. Langsung saja sahabatnya ini berkata “tuh.., Yesusmu lagi ngebut”. Tiba-tiba jutaan kata-kata yang tadi diucapkan oleh hamba Tuhan ini, seolah-olah tidak ada artinya. Banyak kali anak-anak muda yang begitu giat melayani Tuhan, aktif di gereja, tetapi sering menyontek, seringkali “nitip” absen, ganti-ganti pacar, narkoba, dan sebagainya. Sehingga seringkali perilaku kita menjadi batu sandungan kita sendiri. Dan banyak di sekeliling kita yang melakukan hal seperti ini.

Dibangun dalam Kristus artinya adalah bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari, cara kita membimbing anak kita, cara kita memperlakukan pasangan kita, kehidupan kerohanian kita, kehidupan spiritual kita betul-betul dibangun di atas prinsip-prinsip Firman Tuhan. Ada mezbah keluarga, menjadikan Yesus kepala di dalam keluarga. Banyak orang berpikir, kita berdoa sendiri-sendiri itu sudah cukup. Doa satu orang saja tidak cukup, karena sama halnya ketika ada masalah dan hanya satu orang saja yang menanggung masalah itu, maka hal itu akan sulit diselesaikan. Sama halnya jika kita mau mengangkat kelas dengan satu jari, akan mengalami kesulitan. Minimal kita memerlukan dua jari untuk dapat mengangkat gelas tersebut. Dikatakan dalam kitab Matius 18 :19-29, “19Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Ada kuasa yang luar biasa ketika satu keluarga datang bersama-sama kepada Tuhan. Sekarang ini tidak ada alasan untuk kita tidak memperkenalkan Kristus kepada anak-anak kita sejak awal. Kalau dulu mungkin sulit, materinya sedikit. Tetapi sekarang, materinya sudah sangat banyak. Ada renungan untuk anak-anak, alkitab anak, film anak-anak dan banyak sekali pilihannya. Sejak awal tugas kita sebagai orang tua adalah memperkenalkan Yesus kepada anak-anak kita. Membangun keluarga di dalam Kristus butuh konsistensi. Dan seringkali usaha kita, kekuatan kita sebagai manusia terbatas. Oleh karena itu kita perlu terus menerus membangun mezbah keluarga. Dan salah satu pokok doa kita adalah minta Roh Kudus untuk menolong kita. Alkitab berisi banyak sekali solusi yang menjawab segala macam pergumulan kita. Yang perlu kita lakukan adalah buka Alkitab, baca dan renungkan siang dan malam, seperti yang dikatkaan dalam Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”


2. Saling menghargai satu sama lain.

Dikatakan di ayat yang ke3b, “….Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri..” adanya saling menghargai satu sama lain. Suami menghargai isteri, isteri menghargai suami. Orang tua menghargai anak, dan anak menghargai orang tua. Hal ini juga tidak mudah, karena kecenderungan kita, daging kita, kecenderungannya bukan melihat kelebihan pasangan, anak atau orang tua kita, tetapi kita sering membesar-besarkan kelemahan dan kesalahan. Dalam pelayanan kami di konseling keluarga, sering setengah jam bahkan 45 menit pertama, itu seringkali isteri datang dengan jutaan keluhan terhadap suaminya. Firman Tuhan berkata isteri adalah penolong suami. Setiap keluhan, protes kita tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik. Bahkan memperburuknya! Keluhan kita tidak akan membawa perubahan yang positif. Berhenti protes dan mulai belajar untuk menerima dan menghargai.

Ada sepasang suami isteri yang menceritakan pengalaman yang mengherankan. Tadinya mereka bertengkar terus, ada saja masalahnya. Isterinya sering merasa stress, setiap kali suaminya pulang, dia harus memastikan segala sesuatunya sempurna karena jika ada debu sedikit saja, suaminya langsung marah. Sampai suatu ketika, dia terkejut dengan perubahan suaminya. Sesudah selesai makan suaminya mengatakan, “terima kasih ya, makanannya enak.” Suatu ketika dia salah menghitung laporan keuangan. Dan biasanya kalau seperti itu, suaminya langsung marah, dan keluarlah kata-kata negatif, umpatan bahkan makian. Tetapi kali ini berbeda, suaminya berkata, “kamu gak teliti, ini lho kalkulator, lain kali lebih teliti ya.” Isterinya kaget lagi. Tetapi satu hal yang pasti, pelan-pelan isteri ini mulai percaya diri. Dia tidak lagi stress, hidupnya lebih ringan, karena suaminya mulai menghargai dia. Sampai suatu malam, isteri ini berkata kepada suaminya “Pa, terima kasih ya, karena engkau telah bekerja keras untuk kami semua.” Dan sejak saat itu, ketika mereka mulai saling menghargai, kehidupan mereka mulai berubah.

Keluhan dan protes kita tidak akan membawa kita ke mana-mana, justru akan memperburuk keadaan. Oleh karena itu kita harus saling menghargai sekalipun suami atau isteri kita mempunyai karakter yang tidak seperti kita kehendaki. Semua kelelahan dan stress kita akan hilang ketika kita dihargai. Berlaku bijaksana terhadap isterimu supaya doamu tidak terhalang. Isteri-isteri hargai suamimu. Banyak suami-suami yang jatuh dalam perselingkuhan ketika mereka tidak dihargai oleh isterinya sendiri. Ketika kebutuhan akan penghargaan tidak mereka temukan dari isterinya tetapi dari wanita lain, maka hanyutlah dia. Memang selingkuhnya salah, tetapi sedikit banyak isteri punya andil juga karena tidak menghargai suami.


3. Kerelaan untuk berkorban.

Dikatakan di ayat ke-4 “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Berbicara mengenai rela berkorban, tidak mencari kepentingan diri sendiri, contohnya adalah: dalam kehidupan saya, saya senang menonton sepak bola dari muda. Tetapi kemudian, waktu saya bertemu dengan isteri yang tidak suka sepak bola, saya harus belajar untuk mengorbankan hobi dan kedagingan saya. Tidak nonton pertandingan sepak bola pun, toh besok sudah ada di koran, kalau tidak sempat baca koran, bisa lihat di internet. Dan kalau tidak sempat lihat di internet, nanti ada siaran ulangan, dan tetap bisa mengkuti perkembangannya. Tetapi kalau saya terlewat dengan semuanya itu, saya tetap hidup. Saya tidak harus stress atau kebingungan kalau saya sedikit mengorbankan hobi dan kedagingan saya dan lebih memperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaan isteri dan anak-anak saya. Waktu kita belajar untuk tidak mencari kepentingan sendiri, maka pertengkaran yang hebat itutidak akan terjadi, walaupun perbedaan pendapat itu tetap ada, tetapi segala sesuatu dikomunikasikan dengan baik dan saling menghargai. Ada kerelaan untuk kebahagiaan pasangan dan anak-anak.


4. Semangat kesatuan.

Dikatakan di ayat ke 2, “hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan” seperti halnya suatu band, ada keyboard, gitar drum dan sebagainya yang masing-masing tidak saling menonjolkan bunyinya (lebih keras dari yang lain), tetapi diatur sedemikian rupa sehingaa akan terdengar satu harmonisasi yang indah. Juga dalam paduan suara, tidak ada yang ingin menonjol sehingga tetap terdengar baik semuanya. Demikian juga dalam keluarga, banyak hal yang indah dapat terjadi jika masing-masing anggota keluarga sehati sepikir, tidak saling menyalahkan atau merasa diri lebih dan harus diutamakan daripada yang lain.

Langkah-langkah praktis, bagaimana dapat mewujudkan keluarga yang bahagia antara lain:

1. Pengaturan waktu
Atur waktu kita sedemikian rupa, dan jangan kita diatur oleh waktu. Selalu ada waktu untuk keluarga, dan usahakan untuk tidak membawa pulang pekerjaan kita ke rumah. Sesampainya di rumah, fokuskan waktu kita hanya untuk keluarga. Karena melayani keluarga itu juga adalah pelayanan.

2. Kencani pasangan anda
Seringkali banyak orang kencannya hanya pada waktu pacaran saja. Jika sudah menikah tidak ada waktu lagi. Terkadang kita perlu meninggalkan anak-anak, mungkin 2-3 jam saja, untuk pergi berduaan. Kita harus merawat hubungan suami-isteri kita, mulai mengevaluasi hubungan pernikahan, membicarakan hal-hal tentang berdua.

3. Keluarga menjadi prioritas
Waktu kita melayani keluarga, kita melayani Tuhan. Jangan sampai kita disibukkan dengan pekerjaan atau pelayanan kita, sementara anak-anak kita tidak mendapatkan perhatian yang cukup, sehingga jatuh ke dalam pergaulan-pergaulan negatif yang tidak dapat kita kontrol sebelumnya.

4. Komunikasi yang hangat
Itulah sebabnya kita perlu mengatur segala sesuatunya dengan baik. Setiap perkataan yang keluar, adalah perkataan yang membangun dan menguatkan. Dan kitapun terus berdoa agar Tuhan yang memampukan kita, seperti dikatakan dalam Mazmur 141:3, “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Sebab jikalau kata-kata itu sudah keluar, sulit untuk membatalkanya kembali. Itu sebabnya kita perlu hati-hati dengan setiap perkataan yang kita keluarkan.

5. Saling mengampuni
Mengampuni dengan segenap hati kita, bukan hanya sekedar berapa banyak kita mengampuni, tetapi apakah kita sugguh-sungguh mengampuni. Mengampuni dengan segenap hati artinya melupakan, tidak membalas, dan tdak mengungkit-ungkit kembali kesalahan yang pernah dilakukan. Mengampuni adalah sebuah keputusan, karena damai sejahtera itu muncul setelah kita mengambil keputusan untuk menerima segala sesuatu akibat yang negatif dari perilaku orang yang melukai hati atau perilaku pasangan kita.

Kesimpulannya adalah, Tuhan menghendaki setiap keluarga menjadi keluarga yang bahagia. Dan keluarga yang bahagia membutuhkan komitmen yang kuat apapun persoalan yang timbul, jangan menyerah. Membangun keluarga yang bahagia memang tidak mudah, tapi hal ini bisa dilakukan.
AMIN

Ringkasan Kotbah Pdt. Himawan

 

Anda Menggunakan Sikap Yang Mana?

Saya selalu percaya di zaman sekarang kalau anda mau berhasil berbisnis di Internet maupun berbisnis offline, anda harus kasih kasih dan kasih terlebih dahulu sebelum anda bisa menerima.

Dalam bahasa Inggris, anda juga mungkin sering dengar kata-kata “Give first, receive second”.

Mempunyai mindset seperti ini sangatlah penting untuk kesuksesan bisnis anda.

Mengapa?

Karena di zaman sekarang, orang mempunyai banyak pilihan. Mereka akan bertanya: “Mengapa gue harus beli sama loe? Emang apa kelebihan loe dibanding kompetitor loe”?

1. Kecuali anda sudah punya nama atau brand yang sangat kuat sekali…

atau

2. Anda begitu baik kepada mereka dengan memberikan mereka manfaat secara konsisten sehingga mereka percaya anda dan menganggap anda sebagai expert…

kalau tidak jangan harap orang mau memilih beli dari anda!

Namun apa yang sering terjadi ketika seseorang menjalankan bisnisnya adalah ia mau meminta orang untuk membeli produk atau jasanya pada pertemuan pertama.

Maksudnya adalah ketika baru ketemu pertama kali, langsung jiwa salesmannya keluar… cas…cis…cus…bla…bla…bla…jadi mau order berapa banyak?

Weleh weleh….

Belum apa-apa uda mau closing?

Saya bukan bilang menjual dalam pertemuan pertama tidak bisa closing. Saya hanya mau menyampaikan bahwa konsumen mempunyai banyak pilihan, dan kalau dalam pertemuan pertama anda terlalu “pushy”, ia akan merasa tidak nyaman.

Dan percaya deh sama saya, ia TIDAK AKAN hubungi anda kembali walaupun jawabannya adalah: “Nanti deh ya saya pikir pikir dulu. Saya hubungi kembali deh”.

Kecuali produk anda sangat langka sekali atau produk anda mempunyai brand/kelebihan yang sangat hebat sekali, kalau tidak jangan harap orang mau membeli dari anda hanya dengan sekali ketemu dengan anda.

Maksudnya ketemu disini tidak harus ketemu secara fisik, yang penting anda pernah melakukan pendekatan kepadanya. Pendakatan tsb bisa dalam bentuk telpon, sms, email, atau blog.

Seperti saya sendiri kan ga pernah ketemu dengan anda, tapi saya tetap bisa membangun hubungan yang (harapan saya) baik dengan anda melalui email dan blog ini

Karena alasan inilah saya juga sangat menyarankan kepada member Internet Marketing Newsletter saya untuk membangun list mereka sendiri.

Membangun list ini berlaku untuk bisnis online maupun bisnis offline. List ini juga bisa disebut sebagai “database” seperti yang anda sering dengar di dunia bisnis.

Namun membangun list saja tidak cukup, anda HARUS membina hubungan yang baik dengan calon kustomer anda, sehingga mereka percaya dengan anda dan mau beli produk dan jasa anda.

Konsep “Give First, Receive Second” ini juga telah diterapkan di beberapa bisnis model saya:

Report 1 Juta Rupiah Pertama Anda Lewat Internet saya berikan secara Gratis kepada mereka yang mau belajar ttg Internet Marketing, padahal bisa saja saya jadikan report tsb sebagai produk yang bisa saya jual.

Percaya atau tidak, ada beberapa Internet Marketer (saya tidak sebut namanya) yang menanyakan mengapa saya berikan secara Gratis dan bukan di jual saja.

Welly Mulia Internet Marketing Newsletter juga saya berikan secara Gratis lewat blog ini setiap minggu.

Buat apa saya buang investasikan waktu untuk membuat gratis report dan gratis Internet Marketing Newsletter? Mending saya buat produk aja yang bisa dijual yang bisa memberikan saya income ya gak?

Salah!

Apabila pada awalnya ketika saya baru terjun di Internet Marketing, kerjaan saya hanya jual, jual, dan jual, saya tidak akan pernah bisa mencapai apa yang telah saya capai sampai saat ini.

Jadi, point yang mau saya sampaikan disini adalah:

Berilah terlebih dahulu secara tulus tanpa mengharapkan apa-apa, dan andapun akan menerima di kemudian hari!

Kalau dalam bahasa bule:

Give First, Receive Second!


Bagaimana pendapat anda?
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cinta Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger