Tentang Ikhlas


Cinta…?

Mengapa terkadang jadi tidak rasional dan sering bertindak aneh-aneh karenanya?. Apa ada yang salah dengan cinta? Jelas tidak !. Hal yang pertama kali sebaiknya dilakukan “bersyukur”. Yup! bersyukur atas karuniaNya. Seharusnya kita selalu mensyukuri fitrah ini, kita hanya manusia biasa, sedangkan Sang Pemilik Cinta, Sang Maha Pembolak balik hati lebih berhak atas hati kita. Walaupun terkadang datangnya di waktu tak tepat?. Mungkin menurut kita tak tepat, tapi dibalik itu semua, Allah pasti telah merencanakan sesuatu yang besar dan terbaik untuk kita. Tingkatan cinta itu ada beberapa macam, dan tingkatan pertama yang harus kita jaga selalu ialah cinta hanya kepada Allah SWT)

Rasulullah bersabda :

Allah bertanya kepada Musa lewat wahyuNya:
“Hai Musa! Sudahkah engkau melakukan sesuatu amal khusus untuk Aku?”

Musa menjawab :

“Ya Tuhanku,

Aku telah sholat untuk-Mu

Aku telah berpuasa untuk-Mu

Aku telah bersedekah untuk-Mu

Aku telah berdzikir untuk-Mu”.

Allah menjawab :

“Sholatmu adalah bukti untukmu

Puasamu adalah bukti untukmu

Sedekahmu adalah naungan untukmu

Zikirmu adalah cahaya untukmu”

Manakah amal yang khusus untukKu?

Musa bertanya :

“Tunjukkan padaku ya Allah amal yang Engkau maksudkan?”

Lalu Allah berfirman :

“sudahkah engkau berkawan dan mencintai seorang wali-Ku dan hamba yang kucintai?

Sudahkah engkau memusuhi musuh-musuhKu?”

Maka tahulah nabi Musa

Bahwa yang paling disukai Allah ialah bercinta dan berkasih karena Allah dan membenci musuh-musuhNya karena Allah.


Semoga hanya karena Allah cinta itu kita peroleh.

Subhanallah indah banget, jika kita mencintai seseorang hanya kaena Allah

Cinta karena Allah seperti apa?

Apakah cinta dengan keikhlasan?

Apakah cinta dengan hawa nafsu semata?

Atau cinta dengan berbagai definisi yang sering membingungkan dan sering menyalah artikan cinta?

Kuharap dalam hati kecil kita, kita telah menemukan jawabannya, cinta karena Allah…




Cinta memang fitrah dan harus disyukuri. Terkadang cinta datang disaat dan waktu yang kurang tepat. Maksudnya waktu kurang tepat? Apakah seperti cinta itu datang disaat seseorang yang kita cinta telah memiliki hubungan khusus dengan orang lain atau mencintai pasangan orang lain?(istilahnya pacaran buat anak muda zaman sekarang, yang mungkin gak rasional karena kita tidak tau asal usul budaya pacaran itu atau hanya sekedar punya komitmen atau bahkan Cuma ingin mengenal lebih jauh calon pasangan hidup kita kelak, itu juga klu jodoh ya gak? Lalu kenapa harus disebut pacaran kenapa tidak ta’aruf atau dengan ungkapan yang lain?) dan apakah ini semua cinta terlarang?. Mencintai dan dicintai adalah hak setiap manusia, yang terpenting adalah menjaga cinta itu sesuai dengan syariat agama kita masing-masing. Ungkapkan dan katakan cinta itu sesuai syariat, jika kita memang benar benar mencintainya dan tahan dengan puasa jika kita belum sanggup/mampu untuk menyempurnakan separuh agama kita. Kembali lagi dengan cinta terlarang, Upssss, astagfirullah bukan cinta terlarang jika kita mencintai seseorang yang sudah memiliki hubungan dengan orang lain (tapi bukan suami istri, karena itu jelas jelas terlarang dan gak boleh tapi maksudnya mencintai pasangan orang lain itu masih dalam batasan “pacaran” istilah ngetrend anak muda zaman sekarang gitu). Yang pertama kali dilakukan haruslah tetap bersyukur, dan jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena berada dalam posisi ini, dan bukan dengan menggali kesalahan demi kesalahan, keburukan demi keburukan karena kalau kita terus menerus menyalahkan diri sendiri, berarti kita tidak mensyukuri karunia ini dan hanya membuang waktu tapi yang harus dilakukan adalah berbenah diri. Mungkin perasaan yang selalu timbul dibenak kita, apakah kita perusak hubungan orang? memang perasaan ini wajar, tapi tidak harus selalu kita menyalahkan diri kita, karena telah dituliskan diatas, cinta adalah fitrah dan hanya Allah yang lebih berhak atas cinta itu, hanya Allah yang berhak atas hati kita, dan hanya Allah yang berhak mengatur hati kita untuk mencintai siapa, apakah kita mencintai seseorang yang masih sendiri atau tidak?karena semua itu dari Allah. Ingat dari Allah, dan yang harus kita perhatikan adalah harus selalu menjaga hati kita, agar tidak ada yang tersakiti yaitu dengan keikhlasan. Karena pada akhirnya apakah seseorang yang kita cintai itu adalah jodoh kita atau bukan hanyalah kuasa Allah. Yakinlah jodoh yang terbaik itu hanya Allah SWT yang tahu, Allah SWT sudah menjanjikan akan memberikan yang beriman kepada yang beriman, dan yang berzina kepada yang berzina. Jadi persiapan terbaik adalah mengkondisikan diri menjadi orang yang layak diberi jodoh terbaik oleh Allah SWT minimal meningkatkan kedudukan di sisi Allah SWT secara lahir dan bathin.
Be positif thinking

Betul, selalu berfikiran positif, karena dengan begitu kita bisa belajar untuk bisa mempercayai dia, memang gak harus percaya 100% sih. Walaupun aku tau, hati nya harus berbagi dengan wanita lain, tapi setidaknya pasti ada hikmah positif yaitu belajar untuk bisa lebih sabar dan mencintai dengan ikhlas, mencintai dengan tulus tanpa mengharapkannya akan jadi milik kita, tanpa mengharapkan perhatiannya, tanpa mengharapkan cintanya.

Aku juga kerap bertanya tanya mengapa Allah menurunkan rasa cinta untuk orang lain, sedangkan ia tidak diciptakan sebagai jodoh kita? Pada akhirnya aku mengerti bahwa itu adalah salah satu ujian dalam hidup, bukankah pada hakikatnya, sedih dan senang dalam kehidupan adalah ujian?

Ah… kalau kami berjodoh Allah pasti akan pertemukan dan memudahkan jalannya.

Aku selalu memohon kepada Allah, karena sesungguhnya manusia tak memiliki daya apa pun untuk mengubah sesuatu, Hanya karena Allah lah segala sesuatu bisa terjadi. Kukembalikan semua pada-Nya.

Memang mungkin aku tak mengerti perasaan laki-laki, tapi bagi sebagian wanita cinta diartikan juga sebagai kesetiaan. Tapi kukira hidup ini adalah pilihan, kita bebas untuk menentukkan kebahagiaan kita sendiri dan aku memilih untuk menjadi yang pertama dan terakhir bukan yang kedua

Begitulah jodoh, jika ia ditakdirkan untukku sesulit dan sejauh apa pun Allah akan pertemukan juga sebaliknya sedekat dan semudah apa pun jalannya Allah akan berikan halangan/alasan bagi kita untuk berkata tidak.

Dan kusyukuri dengan segala hikmah yang pasti datang.

Belajar sabar dan ikhlas dengan pilihan ku, semoga dengan semua ini bisa menjadikan kita lebih baik dihadapan Allah SWT. Karena aku mencintaimu karenaNya. Semoga Allah akan selalu menjaga hatiku ini, sampai Dia benar benar menunjukkan siapa jodohku. Yang akan menemaniku dalam meraih firdausnya. amin
Share this article :
 
0 Komentar Blog
Tweets
Komentar FB

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cinta Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger